Sejarah Kerajaan Majapahit (Wilwatikta), Mulai Berdiri Hingga Runtuh Majapahit adalah sebuah kemaharajaan terbesar yang pernah berdiri di nusantara dari tahun 1293 Masehi hingga tahun 1500-an. Pada puncak kejayaannya, wilayahnya membentang luas, mulai dari Champa di Vietnam, Melaka, ujung utara Sumatera, Pahang, kalimantan, Bali hingga ke timur sampai Papua. Majapahit beribukota di wilayah yang kini menjadi Trowulan Mojokerto, Jawa Timur.
Nama Majapahit berasal dari kata ‘maja’ dan ‘pahit’. Konon saat orang-orang Madura yang membatu raden Wijaya membuka hutan Tarik tengah beristirahat, mereka menemukan buah maja dan memakannya, namun buah itu rasanya pahit. Nama lain Majapahit adalah Wilwatikta yang dalam bahasa Sansekerta bermakna sama, yaitu pohon maja (vilva) dan tikta (pahit).
“Tempat kediaman raja digambarkan bertembok bata yang tingginya lebih dari 20 kaki dan panjangnya lebih dari 100 kaki, mempunyai gapura ganda dan keadaannya bersih dan terawat baik. Rumah-rumah di dalamnya terletak di atas tanah setinggi 30-40 kaki; lantainya dari papan kayu yang di alasi tikar rotan atau alang-alang yang dianyam halus, atap-atap rumah digunakan papan kayu yang keras sebagai genteng. Rumah-rumah rakyatnya diberi atap jerami. Demikian gambaran tentang.” Buku YingYai 3 Mutiara warisan majapahit diserap menjadi bagian dari Indonesia, antara lain Moto “bhineka tunggal ika (bhineka tunggal ika tan hana dharma mangrwa) yang diambil dari kakawin Sutasoma tulisan Mpu Tantular, bendera majapahit ((tunggul bang tawan putih) diadopsi menjadi bendera kapal TNI AL dengan semboyannya Jalesveva Jayamahe juga dari kejayaan kemaritiman era majapahit, pancasila. Disebut dikembangkan dari Yatnanggegwani Pancasyila Kertasangkarabhisekakakakrama yang tercantum dalam negarakertagama. Sobat gedigu, kita akan melihat lebih dalam sejarah kerajaan majapahit, bagaimana berdiri, hingga penyebab keruntuhannya. Dua sumber utama informasi tentang Majapahit ialah Kitab Sastra dan Kronik tiongkok.