Era perjuangan melawan penjajah, kita familiar mendengar perjuangan pahlawan merebut dan mempertahankan kemerdekaan bersenjatakan bambu runcing.
sebuah senjata yang terbuat dari bahan baku bambu yang diruncingkan.Kenapa bambu runcing, bukankah sejak dulu sudah leluhur sudah Alamang Alameng jenis pedang dari Sulawesi Selatan Indonesia. Bentuk bilahnya lurus dan tajam di bagian bawah., Amanremu senjata sejenis pedang dari Sumatra Utara, Balatu pedang yang berasal dari Nias, sebuah pulau di lepas pantai Sumatra Utara, Gari, Kampilan, Keris bahari Keris bahari adalah jenis keris yang lebih panjang dari keris biasa, Langgai Tinggang, Mandau, Niabor, Pandat, Parang Nabur, Pedang Luwuk Pedang Luwuk adalah pedang pendek dari pulau Jawa, Piso Halasan, Piso Sanalenggam, Rudus, Sikin Panyang, Sundang, Surik. Dan masih banyak lagi yang lainnya?
Konon, sebenarnya, bukan bambunya yang dipergunakan sebagai alat tempur, tapi bambu tersebut sudah diisi dengan kemampuan tertentu sehingga sang pemegang bambu runcing bisa memiliki ilmu kebal. Wallahu a’lam.
Era perjuangan juga berbeda situasi dan kondisinya, dimana leluhur kita merupakan kelompok-kelompok yang terpisah satu sama lain. Adapun kerajaan-kerajaan yang masih eksis, tentu sudah ditekan secara politik, sehingga kemampuan militernya juga sangat berkurang. Bambu Runcing dan peralatan tradisional lain menjadi alternatif, yang produksinya murah mudah bisa bersifat massal.
Dalam realitas sejarah, leluhur nusantara sudah sangat maju, tak kalah dengan negeri seberang, bahkan unggul. Dalam bidang militer, ada cetbang, senjata sejenis meriam yang diproduksi dan digunakan pada masa kerajaan Majapahit (1293–1527 M) dan kerajaan-kerajaan di Nusantara setelahnya.
Salah satu Meriam cetbang Majapahit tersimpan di The Metropolitan Museum of Art di New York, Amerika Serikat. Perhatikan lambang Surya Majapahit. Tonjolan di bagian belakang kamar peluru sebenarnya merupakan lubang tempat dipasangnya popor kayu./ Sumber wikipedia
Sobat gedigu, Kita akan ngulik teknology militer dan kapal yang digunakan pada era Majapahit sehingga berjaya di maritim, setelah anda menekan tombol subscribe dan tanda lonceng dibawah ini…